Kamis, 17 Februari 2011

MENGETAHUI KAPAN TERJADINYA GEMPA BUMI KUNO


Dari penampakan permukaan bumi dengan menggunakan penanggalan unsur radiokarbon dapat ditentukan umur dari gempa bumi tersebut.  Dengan semakin modern sistem penanggalan tersebut, ketelitian dalam penentuan umur bisa mencapai 20 tahun untuk kondisi yang ideal dengan conto atau sampel yang besar. Cara lain dengan menggunakan thermoluminescence dari kwarsa dan feldpar untuk memperkirakan umurnya atau dengan derajad kematangan tanah.

Perpindahan gempa kuno yang terjadi pada patahan dapat ditafsirkan dengan cara:
1.    Perpindahan dari lapisan petunjuk misalnya dengan fossil indeks dan permukaan pelapukan.
2.    Ketebalan alluvium yang timbul dekat  kelerengan atau pergeseran.
3.    Adanya offset atau kenampakan struktur geologi pada sungai atau kelurusan lain.
4.    Adanya kenaikan relatif dari teras sungai.

BAHAN GALIAN LOGAM MULIA, GENESA, PENGOLAHAN, DAN KEGUNAANNYA


E m a s (Au)
Sifat Dan Keterdapatannya
Emas   (aurum)  adalah  logam  mulia  berwarna   kuning,  mempunyai  warna goresan kuning, sangat  tidak  reaktip. Berat jenisnya 15 sampai 19, kekerasannya 3 dalam sekala  Mohs.
Mineral emas di alam di dapat sebagai emas murni (native Au),  calaverite  (Au  Fe),  sylvanite   [(Au   Ag)Te], krennerite  [(Au Ag)Te2], perzite [(Au Ag)Te3.  Biasanya emas  terdapat dalam cebakan pada berbagai macam  batuan seperti  batuan sedimen, batuan volkanik,  batuan  beku dan  batuan metamorf pada semua formasi geologi. Secara primer kebanyakan berasal dari lode yang  terjadi dari  larutan  hidrothermal yang berumur  relatif  lebih  muda dari yang terterobos.

Pengolahan
Pengolahan bijih emas secara cyanida, amalgamasi, flotasi, konsentrasi  gaya  berat  (gravity  consentration)   dan peleburan  (melting) atau secara kombinasi dari  proses-proses tersebut.

Penggunaan Emas
Penggunaan emas sebagian besar dipergunakan dalam bidang moneter dan perhiasan. Hanya sebagian kecil dipergunakan  dalam  bidang  industri  seperti  antara  lain  untuk  ; penyepuhan  hurup emas, photografi,  kedokteran  (gigi),  "ruby  gold  glass", kontak  termokopel  listrik,  karet tiruan dan perkakas laboratorium.

P e r a k  ( Ag )
Sifat Sifat
Perak   adalah   sejenis  logam  mulia   berformula   Ag  (argentum),  berwarna  khas  putih  perak  dengan  warna  goresan  abu-abu, kekerasan 3 dalam skala  Mohs,  berat  jenisnya 10,1 sampai 11,1. Mineral perak terpenting antara lain perak alam  (native  Ag),   argentit  (AgS),  karrargirit  (AgCl),   polibasit  (Ag2SbS3), proustit (AgAsS3)  dan pirargirit (AgSbS3).

Cara Terdapatnya
Kebanyakan perak berasal dari cebakan hidrothermal  tipe pengisian  pada urat-urat (fissure filling),  biasanya berasosiasi dengan mineral barit dan karbonat.

Pengolahan
Pengolahan  dari  bijih-bijih perak antara  lain;  bijih  yang sudah digiling halus diklasifikasi akan menjadi 60%  lewat  saringan 200 mesh.  Dalam bentuk bubur  diflotasi dengan alat flotasi "Ezil Fagergren".  Campuran antimoni  dan arsen dipisahkan dengan sistim melindi (leach) Na2S.

Penggunaan
Penggunaan  perak sebagian besar sebagai  perhiasan  dan mata  uang.   Penggunaan  dalam  industri  antara   lain sebagai   campuran   logam    (alloy),   solder   perak,  photografi,  industri kimia, obat-obatan, alat  listrik, bateray berefisiensi tinggi pada jet dan peluru kendali, kamera televisi dan alat-alat presisi (ilmiah).

P l a t i n a  (Pt)
Sifat sifat Umum
Platina  adalah  sejenis logam mulia dengan  formula  Pt berwarna  abu-abu  logam dengan warna  goresan  abu-abu.  Berat  jenis 14 sampai 19, kekerasannya 4  dalam  sekala Mohs dan bersifat sangat tidak reaktif. Platina  umumnya  didapat sebagai  platina alam ( Native Pt )  di  samping itu terdapat juga  sebagai  mineral perrilit   (PtAs2),   kopertit   (PtAsS)   dan   Braggit (PtPdNiS).
Cara Terdapatnya
Bijih   platina  terutama  terjadi  secara   konsentrasi  magmatik  di  dalam  batuan  beku  ultrabasa.  Di  dalam cebakan  hidrothermal  tidak jarang  terkandung  platina         (seperti  contoh di Ontario) juga dalam  cebakan  kontak  metasomatik ( sebagai contoh di Afrika).  Bijih  placer (endapan sekunder), terbentuk karena proses  pengendapan kembali dari  hasil  pelapukan/erosi terhadap endapan bijih primer (rework).

Pengolahan
Pengolahan  bijih  placer dilakukan  secara  konsentrasi gaya  berat (gravity concentration), dengan  menggunakan  meja  beludru  (corduroy),  "sluicing box"  dan  sebagainya. Pembersihan  konsentratnya  dengan  menggunakan   pemisah        magnet.  Pengolahan  bijih platina ini  tergantung  dari  jenis  mineral logam penyerta, antara lain  dengan  cara  kombinasi  dari konsentrasi gaya berat dengan  pemisahan   magnet.

Penggunaan
Kegunaan  platina pertama-tama untuk alat  laboratorium, "handling  melten glass", "thermokopel" tungku  listrik,  "winding  anode",  katalisator,  "gas  ignifer",  kontak          listrik,  alat  kedokteran, alat  kendaraan  dan  barang  perhiasan.

Air Raksa (Hg)
Sifat-sifat Umum
 Air raksa (mercury) adalah sejenis logam berbentuk  cair  dalam  kondisi  alam normal, berwarna  abu-abu  berkilap  logam.   Berat jenisnya 13,6, pemuaian  akibat  kenaikan  temperatur stabil. Mineral  komersial air raksa antara lain  cinabar  (HgS), kolomel (HgCl), sedikit sebagai logam air raksa  (native mercury, Hg).

Cara Terdapatnya
Hampir  semua  bijih  air  raksa  terjadi  dari  larutan hidrothermal  suhu rendah sebagai aktivitas pengisi  lobang batu  (cavity  filling) dan alih tempat (replacement).   Bijih     placer  (sekunder)  terjadi karena  pengendapan  kembali  dari proses lapukan / erosi / rework) .

Pengolahan
Bijih mengandung air raksa lebih dari 0,25% Hg  biasanya  dilebur  langsung.  Pengolahan  pada  umumnya  dilakukan dengan cara "flotasi".

Penggunaan
Air  raksa  dipergunakan  dalam  alat  listrik,   (lampu  rectifiers, switcher dan sebagainya), alat-alat  kontrol  dan   industri  thermometer,   barometer,   obat-obatan,  fulminat, "vermillion", cat, industri , photograf, pengolahan  emas (amalgamasi), katalisator,  insektisida  dan fungsider. 


Rabu, 16 Februari 2011

PERHITUNGAN CADANGAN BIJIH DENGAN METODA DAERAH PENGARUH


l
= titik bor/sumur uji
= daerah pengaruh/daerah yang diarsir


                     

  
Konstruksi daerah pengaruh pada segitiga tumpul




 
Blok bijih dengan 4 daerah pengaruh yaitu 1, 2, 3, dan 4.


            =   daerah pengaruh dari titik 1 - Pola bujur sangkar
 





 Menghitung cadangan dengan cara mempergunakan metoda daerah pengaruh :
= daerah pengaruh titik
satu dapat diukur (S1)
           
 

 
Andaikan ketebalan endapan bijih pada titik 1 adalah  t1  dengan kadar rata-rata k1, maka volume - assay - produk (V%) = S1 x t1 x k1 (volume pengaruh).

Bila spec. gravity dari bijih = g , maka :
            tonnage bijih  =  S1 x t1 x k1 x g   (tonnage %)

Metoda included dan extended area.









Metoda included area - cadangan dihitung di dalam batas-batas yang ada.










Metoda extended area - cadangan dihitung melampaui batas-batas yang ada.

Selasa, 15 Februari 2011

PERHITUNGAN CADANGAN BIJIH DENGAN METODA TRIANGULER

Layout dari segitiga-segitiga







Prisma-prisma trianguler












Volume   = 1/3(t1 + t2 + t3) S
           S   =  luas segitiga123
                    t1 , t2 , t3    =  ketebalan endapan pada masing-masing titik






Jumlah volume seluruh prisma trianguler sama dengan volume seluruh blok (lihat gambar).

Catatan :
Di dalam perhitungan cadangan, metoda trianguler dapat dianggap sebagai metoda standard. Meskipun demikian kesalahan yang muncul di dalam penggunaan metoda ini perlu diperhatikan, sebab terjadinya kesalahan tersebut adalah akibat dari cara mengelompokkan segitiga-segitiga prisma di dalam suatu poligon.

Lihat empat persegi panjang ABCD.
Ada dua cara untuk mengkonstruksi prisma-prisma trianguler dari prisma empat persegi panjang.
Kesalahan relatif dari volume suatu blok yang dibatasi oleh empat lubang bor dengan ketebalan  t1 , t2 , t3 , dan t4  dapat dijelaskan sebagai berikut : Volume dari prisma dapat dihitung dari  V1  dengan prisma-prisma trianguler  ABD  dan  BDC  atau V2  dengan prisma-prisma trianguler  ABC  dan  ADC.
Di dalam perhitungan  V1, t2 , dan  t4  dihitung dua kali sedangkan di dalam perhitungan  V2 , t2 , dan  t3  yang dihitung dua kali.
Volume dari prisma dapat diperoleh dengan membagi dua jumlah  V1 dan V2.
Kesalahan relatif antara  V1  dan  V2  adalah :
Dengan demikian, maka metoda trianguler hanya teliti bila jumlah  t1  dan  t3  untuk setiap prisma sama dengan jumlah  t2  dan  t4.
Andaikan  (t1 + t3)  dua kali lebih kecil dari  (t2 + t4), yakni  2 (t1 + t3) = (t2 + t4), maka volume  V1  lebih besar dari  V2  dan kesalahan relatif adalah sebesar  20%.